Indonesia tercatat pernah dijajah oleh enam negara. Negara-negara tersebut adalah Portugis, Prancis, Jepang, Belanda, Spanyol, dan Inggris. Namun, dari keenam negara di atas, Belanda menjadi negara yang paling lama menjajah Indonesia. Meski pernah dijajah lama oleh Belanda, penduduk Indonesia jarang sekali ada yang bisa berbahasa Belanda. Padahal, lamanya waktu Belanda menjajah Indonesia seharusnya membuat penduduk Indonesia beradaptasi dengan bahasa mereka.Saat itu, mereka melarang penggunaan bahasa Belanda. Mereka lebih memilih menggunakan bahasa Melayu ketimbang bahasa Belanda. Sebab, saat itu, masyarakat pribumi menganggap bahwa bahasa Melayu sebagai bahasa ibu yang sudah mengakar kuat di Indonesia.
Peneliti sejarah dari Nanyang Technological University, Christopher Reinhart, menjelaskan bahwa ada dua alasan Belanda bersikap beda terhadap kebudayaan lokal. Akibatnya, tingkat kefasihan bahasa Belanda masyarakat Indonesia di lintas generasi rendah. Pertama, dilihat dari sudut pandang struktur kolonialisme Belanda. Saat itu, masyarakat lokal dan orang Belanda berada di struktur berbeda. Orang Belanda disebut berada di kelas paling atas sedangkan penduduk lokal memiliki kasta terbawah. Dalam perspektif orang Belanda, bila mereka menyebarkan kebudayaan maka sama saja menganggap penduduk lokal setara secara kultural. Karena hal itulah, Belanda memilih menjaga struktur mereka dan tidak membagikan kebudayaan Belanda. Kedua, Belanda selalu melihat perspektif eksploitasi ekonomi sebagai ciri negara kolonial. Reinhart mengatakan, mereka merasa tidak masalah jika tidak menyebarkan kebudayaan. Hal terpenting adalah tetap melakukan eksploitasi dan menguntungkan secara ekonomi. Orang Belanda hanya fokus kepada aspek ekonomi dan tidak mau merusak kebudayaan lokal. Apalagi pada masa politik etis diterapkan, pada masa itu menginvasi budaya lain dinilai tidak baik.












