Tentang Kami
Yayasan Studi Sejarah yang bergerak dalam bidang penelitian, dokumentasi dan publikasi rumpun ilmu Sejarah, Arkeologi dan Filologi.
Dampak Nyata
Yayasan Kulit Pohon tumbuh dari kepedulian terhadap lingkungan sejarah, tinggalan benda kuno dan manuskrip, menghadirkan aksi nyata melalui pendidikan, pemberdayaan, serta pelestarian. Menguatkan warga melalui pengetahuan, keterampilan, dan ruang kolaborasi.
Awal Perjalanan
Kulit Pohon itu lahir tahun 2019 karena ada tragedi “tunawisma akademik” di pelataran rumah kontrakan Perumahan Royal City milik seorang dosen sejarah.
Tragedi ini bermula dari 8 mahasiswa sejarah IAIN Jember—Jergi, Alvan, Nita, Nio, Nay, Revin, Ivan, dan Ali—yang jiwanya meronta-ronta karena nggak punya modal tempat nongkrong. Mereka cuma pengen gibahin sejarah secara bebas tanpa batasan berfikir dan tidak ingin diusir waktu, tapi realitanya modal mereka cuma keresahan.
Melihat penderitaan kaum papa pengetahuan ini, Mawardi, sang dosen sejarah, langsung turun tangan. Tragisnya, fasilitas yang dikasih bukan ruangan ber-AC tertutup yang mewah, melainkan emperan rumah kontrakannya yang belum jadi alias masih semen telanjang dan Ber-Angin cepoy cepoy….alias ruang terbuka.
Di tahun yang sama, dua dosen lain yang kurang kerjaan, Hanafi (dosen filologi) dan Mustaqim (dosen sosiologi), ikut join menyelamatkan kewarasan 8 mahasiswa ini. Alhasil, nasib mereka bukan semakin membaik malah sempat terlunta-lunta mirip musafir, pindah-pindah dari satu teras rumah dosen ke teras dosen lainnya demi sesuap ilmu.
Nama “Kulit Pohon” sendiri lahir dari ke-kocak-an Jergi. Waktu yang lain mikir nama yang keren dan filosofis, Jergi yang lagi mabuk riset deluang (kertas kuno dari kulit kayu) malah nyeletuk nama itu. Anehnya, yang lain setuju-setuju aja (mungkin karena faktor lapar pengetahuan).
Tapi siapa sangka, dari modal numpang di rumah setengah jadi, anggotanya malah makin membludak. Puncaknya, di tahun 2025, komunitas modal nekat ini bikin plot twist terbesar naik kelas dan sah secara hukum lewat SK Kemenkumham (Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum / AHU) dengan nama Yayasan Studi Sejarah Kulit Pohon. Dari yang dulunya dianggap tongkrongan gak jelas, sekarang mereka jadi yayasan pendidikan legal berkekuatan hukum tetap yang bergerak di bidang penelitian, dokumentasi, dan publikasi buat rumpun ilmu Sejarah, Filologi, dan Arkeologi.










