Lingkungan merupakan hal umum yang perlu kita jaga sebagai bentuk kenyamanan dan ketentaraman Bersama. Manusia mempunyai peran penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai penjaga bumi dari segala bentuk kerusakan dan kerugian antar makhluq hidup, dengan menerapkan gaya hidup positif dapat memberikan salah satu manfaat terhadap linkungan alam terhadap upaya pencegahan dan kerusakan alam.
Pada bulan januari tepat pada tahun 2025, tidak menjadi rahasia umum di kota jember telah terjadi bencana banjir dari penyebab curah hujan yang tinggi, dapat kita lihat di PPID kota jember pada tanggal 4-5 januari pemerintah jember melalui BMKG mengeluarkan informasi bahwa di kecamatan Wuluhan jember terjadi banjir yang menyebabkan Jebolnya sabuk gunung watangan, pada keadaan tersebut Sebagian warga pada daerah tersebut pasti merasa kesulitan dalam menghadapi situasi saat itu. Lalu bagaimana sejarah menyikapi hal tersbut?
Pada tahun 1927 melalui situs arsip Belanda kota jember pernah mengalami hal serupa, tepat pada tanggal 27 januari tahun 1927 melalui koresponden yang ada di Bondowoso menulis bahwa Banjir bandang mengahantam sangat keras sehingga jembatan penghubung Jember dan Mangli hanyut, pada saat yang bersamaan kereta gerobak yang di kendarai oleh 5 sapi hanyut akibat banjir tersebut, volume debit air mencapai 9 meter jika di hitung pada volume saat ini merupakan salah satu banjir besar yang mampu mengahnyutkan rumah penduduk.
Masih banyak lagi berita yang berhubungan langsung dengan kejadian banjir di atas, dengan melihat sudut pandang sejarah bagaimana kita sebagai orang yang hidup dengan perkembangan globalisasi yang pesat mampu merenungi kejadian yang telah lalu, tentu sebagai personal mampu berpikir dengan matang yakni bisa memberikan manfaat di sekitarnya terutama dari hal Sebagian yang kecil terlebih dahulu terutama terhadap lingkungan alam.
Penulis : @erro_kusuma













