Jauh sebelum media sosial menjadi tempat perempuan mencari referensi kecantikan, majalah perempuan telah menjadi salah satu media yang membentuk gambaran tentang penampilan ideal. Di Mesir, majalah Hawaa, Sayyidati, dan Al-Kawakib tidak hanya menyajikan informasi mengenai kehidupan perempuan. Media cetak ini juga menghadirkan berbagai gambaran mengenai kecantikan dan perawatan diri. Salah satunya terlihat melalui iklan produk perawatan rambut yang memperlihatkan bagaimana rambut yang bersih, berkilau, dan tertata menjadi bagian penting dari penampilan perempuan.
Melalui pembacaan kritis terhadap empat dokumen primer di atas, kita dapat mengidentifikasi adanya perubahan radikal pada parameter fisik rambut yang dianggap “cantik” di Mesir pada era 1980-an. Secara metodologis, kritik internal terhadap visual sampul dan iklan ini memperlihatkan bahwa parameter kecantikan tidak lagi bersifat tunggal atau tradisional. Media massa dan industri kosmetik kala itu mulai merumuskan indikator kuantitatif dan kualitatif baru mengenai mahkota kepala perempuan: rambut harus memiliki volume yang masif, kilau yang memantulkan cahaya, dan tekstur yang sepenuhnya terkontrol oleh produk buatan pabrik.
Kecantikan perempuan dalam satu lembar iklan salah satunya menarik perhatian melalui produk Sparkle Hair Oil dalam majalah Hawaa. Iklan tersebut menampilkan beberapa perempuan dengan model rambut yang berbeda-beda. Visual utama dari lembaran ini menonjolkan ragam tatanan mulai dari rambut panjang, bergelombang, maupun rambut yang ditata rapi. Produk tersebut ditawarkan secara luas sebagai minyak rambut yang dapat digunakan untuk berbagai jenis karakteristik rambut perempuan.
Jika kita membedah teks Arab asli pada iklan Sparkle, tertulis klaim kegunaan produk: زيت شعر سباركل . يلمع الشعر . يغذي الشعر . ينعم الشعر (Zaytu sya’ri Sparkle. Yulammi’uasy-sya’ra. Yugadziyasy-sya’ra. Yuna’imuasy-sya’ra), yang artinya: “Minyak rambut Sparkle. Mengkilapkan rambut. Menutrisi rambut. Melembutkan rambut.” Di bagian bawahnya, tertulis slogan: سباركل بزيت المنك الطبيعي .. إحساس شعرك يجنن (Sparkle bi zaytil-mink ath-thabi’iy.. Ihsasu sya’rik yugannin), yang artinya: “Sparkle dengan minyak mink alami.. Sensasi rambutmu bikin gila/takjub!”. Analisis parameter dari teks ini menunjukkan bahwa rambut ikal alami perempuan Timur Tengah hanya dianggap indah jika telah diintervensi oleh produk yang memberikan efek kilau tajam (yulammi’u) dan kelembutan buatan (yuna’imu) agar tidak terlihat kering. Rambut yang tampak rapi, berkilau, dan terawat ditampilkan secara konstan sebagai bagian dari standar penampilan yang menarik.
Gambaran serupa mengenai konstruksi parameter kecantikan ini juga terlihat jelas dalam iklan Elseve Controle Shampoo. Iklan tersebut secara spesifik menawarkan sampo sebagai solusi utama untuk mengatasi masalah ketombe sekaligus menjaga kebersihan rambut. Pesan yang disampaikan melalui produk ini menunjukkan bahwa perawatan rambut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan dan kebersihan belaka, tetapi juga berkaitan erat dengan estetika penampilan.
Kritik sumber pada iklan Elseve L’Oreal ini menyingkap bahwa parameter kecantikan rambut juga mencakup aspek higienitas yang kasat mata melalui pemusnahan ketombe. Judul utama iklan tersebut tertulis: من السيف … إليك الطريقة الأنعم لمعالجة القشر (Minas-saif… Ilaikal-thariqatul-an’am li mu’alajatil-qisyr), yang artinya: “Dari pedang/ketajaman… Inilah cara terlembut untuk mengobati ketombe.” Melalui teks ini, parameter kecantikan rambut didefinisikan sebagai permukaan kulit kepala yang bersih total dari serpihan putih tanpa merusak kelembutan rambut. Kehadiran produk komersial ini memperlihatkan bahwa perempuan diperkenalkan dengan standar kecantikan modern di mana rambut sehat wajib terlihat lurus jatuh, bebas ketombe, dan mudah diatur.
Parameter kecantikan rambut yang ideal tersebut tidak hanya berhenti pada lembaran iklan, tetapi juga mencapai standarisasi tertingginya pada sampul majalah Al-Kawakib edisi 13 Desember 1983. Pada bagian pojok kanan bawah sampul tersebut, tertera nama bintang utama yang menjadi kiblat visual: نجلاء فتحي (Naglaa Fathi), yang merujuk pada sosok aktris legendaris Mesir. Visual sampul ini secara radikal menggeser parameter kecantikan rambut ke arah kebarat-baratan (Westernized). Rambut Naglaa Fathi ditampilkan dengan gaya blow-out berlapis (layered) yang mengembang besar, dengan sentuhan warna pirang kecokelatan (blonde/brunette highlights) yang menantang warna rambut asli perempuan Mesir yang umumnya hitam gelap.
Melalui gaya rambut sang aktris, majalah Al-Kawakib menetapkan parameter bahwa rambut perempuan modern yang berkelas tinggi harus melewati proses penataan salon yang rumit (styling), pewarnaan, dan manipulasi volume. Hal ini membuktikan bahwa konsep kecantikan tidak hanya disampaikan melalui tulisan atau artikel saja, melainkan juga kuat melekat melalui media gambar. Gaya rambut bervolume besar dan berwarna terang ini menjadi simbol status sosial baru yang membedakan antara perempuan modern perkotaan dengan perempuan tradisional.
Bagi para sejarawan, pergeseran parameter kecantikan rambut dalam iklan-iklan lawas tersebut dapat dibaca sebagai sumber sejarah yang sangat berharga untuk memetakan perubahan sosial. Jenis produk perawatan rambut yang ditawarkan, model perempuan yang digunakan, serta bahasa persuasif yang dipakai dalam iklan memberikan informasi penting. Semua elemen visual dan tekstual tersebut merekam bagaimana parameter fisik rambut diubah oleh industri dari yang awalnya berbasis perawatan alami domestik, menjadi berbasis konsumsi produk kimia pabrikan demi mengejar citra modernitas global.
Produk seperti Sparkle Hair Oil dan Elseve Controle Shampoo tidak hanya menjual minyak rambut dan sampo, tetapi juga menawarkan gambaran mengenai standar rambut yang dianggap bersih, sehat, rapi, dan menarik. Sementara itu, sampul majalah Hawaa dan Al-Kawakib memperlihatkan bagaimana gambaran kecantikan perempuan disampaikan melalui media visual. Melalui dokumen tersebut, kita dapat melihat bahwa sejarah tidak hanya ditemukan dalam peristiwa politik besar, melainkan juga dalam perubahan parameter fisik terkecil seperti helai rambut perempuan yang hidup di masyarakat pada era tersebut.
Mahasiswi Sejarah dan Peradaban Islam
Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember















