
Thilly Weissenborn memiliki nama lengkap Margarethe Mathilde (Thilly) Weissenborn, Thilly Weissenborn lahir di Kediri, Jawa Timur pada 22 Maret 1883 dan meninggal pada tahun 1964. Ia merupakan anak dari sepasang kekasih Cornelia Emma Angely Lina da Paula (née Roessner) dan ayahnya, Hermann Theodor Weissenborn. Orangtuanya berasal dari Jerman, warga negara Belanda yang dinaturalisasi dan menjalankan perkebunan kopi di Kediri. Pada tahun 1892, Thilly Weissenborn bersama ibunya kembali ke Belanda dan tinggal di Deen Haag. Pada tahun 1912, dia meninggalkan Belanda dan kembali ke Jawa, ditemani kakaknya Theo untuk bergabung dengan kakaknya Oscar, yang tinggal di Bandung.
Thilly Weissenborn terkenal karena karya-karyanya yang mendokumentasikan kehidupan sehari-hari, lanskap, serta budaya masyarakat di Hindia Belanda. Ia bekerja untuk studio foto Keller & Co. di Bandung sebelum mendirikan studio fotografinya sendiri, ‘Lux Fotograaf Atelier NV’. Sebelum mendirikan studio miliknya Thilly Weissenborn mendapatkan pekerjaan di sebuah studio foto bergengsi di Surabaya pada tahun 1913. Yaitu di studio foto yang didirikan oleh Ohannes Kurkdjian yang berasal dari Armenia.
Studio Atelier Kurkdjian merupakan studio satu-satunya yang menjadi agen kodak di Jawa Timur. Barulah pada tahun 1917 ia pindah ke Garut, Jawa Barat dan mengelola studio fotografi ‘GAH Lux’ di perusahaan Garoetsche Apotheek en Handelsvereeniging, apotek milik Denis G. Mulder. Mulder pindah ke Bandung pada tahun 1920 dan menyerahkan propertinya kepada Thilly Weissenborn, kemudian ia mengubah nama perusahaan menjadi ‘Foto Lux’ Pada tahun 1930, ia mendirikan ‘Lux Fotograaf Atelier NV’.
Gaya fotografi Weissenborn sering menonjolkan estetika natural dan pemandangan eksotis, mencerminkan suasana Hindia Belanda pada masa itu. Thilly Weissenborn menjadi fotografer perempuan pertama di masa Hindia Belanda dan merupakan salah satu dari fotografer yang bekerja di era kelahiran Indonesia.
Dia juga dikenal karena foto-fotonya yang diproduksi untuk industri pariwisata yang sedang berkembang. Thilly Weissenborn melakukan perjalanan ke seluruh Hindia Timur, dan khususnya bekerja di Bali, dia mencoba menangkap alam eksotis pulau-pulau tersebut, Beberapa gambar potretnya berubah dari gambar berpakaian sebagian menjadi gambar gadis penari yang lebih artistik.


