Akulturasi antara budaya Madura dan Jawa di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, dimulai pada awal abad ke-19 ketika pasukan Madura kembali menyerang Jawa setelah kekalahannya pada penyerangan Mataram terhadap dinasti Cakraningrat sekitaran abad ke-18. Kemenangan Madura menyebabkan migrasinya 250.000 orang Madura ke wilayah Tapal Kuda untuk menetap di sebagian pulau Jawa. Salah satu faktor penyerangan Madura di Jawa adalah Bio Diversity yang dimiliki pulau Jawa.
Secara geografis, letak Pulau Madura terpisah dari pulau jawa. Letak yang terpisah dan pulau yang hanya memiliki luas 5.374 KM persegi menjadikan masyarakat madura memiliki latar belakang agraris. Madura dengan pulau yang tak begitu luas namun pertumbuhan penduduknya cukup signifikan. Seimbang dengan hal tersebut kebutuhan mata pencaharian turut meningkat. Selain itu faktor tanah yang tidak subur di pulau Madura juga menjadi penyebab banyaknya orang Madura melakukan Migrasi. Pertumpahan beragam suku dan budaya pada suatu daerah dalam kurun waktu yang terbilang cepat tersebut berdampak pada budaya. Hasil dari hibridisasi suku Madura, Jawa dan sebagian kecil suku lainnya menciptakan buaya baru yang disebut dengan budaya Pendhalungan.













