Beranda / Berita / Akulturasi Budaya Dalam Qasidah

Akulturasi Budaya Dalam Qasidah

Kasidah merupakan kesenian hasil dari akulturasi budaya Arab dan Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Kasidah sebenarnya telah ada sebelum adanya agama Islam yang awalnya digunakan hanya sebagai hiburan. Namun, setelah Islam diperkenalkan kasidah menjadi medium untuk menyebarkan dakwah syiar Islam. Kasidah kemudian menyebar di pusat-pusat penyebaran Islam dan melalui tangan-tangan kreatif orang Indonesia kasidah mengalami sejumlah modifikasi.
Kasidah tradisional memiliki beberapa ciri seperti syair berbahasa Arab yang lagunya bercerita tentang kisah Nabi, pujian kepada Tuhan, hingga rima mengikat khas Timur Tengah. Di Indonesia seni rebana atau kasidah memiliki beragam nama. Sejumlah daerah bahkan mempunyai sebutan khusus. Di Semarang misalnya, dikenal dengan Barzanji, di pantura Jawa, disebut gambus, di Madura dan Jawa Timur dikenal dengan hadrah.
Seiring berjalannya waktu hadir jenis kasidah baru yakni kasidah modern yang ditandai oleh berbagai alat musik barat dengan teknologi moderen. Pada tahun 1960-an, para seniman kasidah kemudian mencoba memainkan musik mereka menggunakan alat-alat musik moderen tersebut. Tidak hanya rebana, kali ini para seniman memainkan kasidah menggunakan gitar, biola, bass bahkan piano. Bermain kasidah menggunakan alat musik moderen rupanya membuat kesenian itu semakin populer.
Kelompok kasidah seperti Nasida Ria, yang terdiri atas sembilan wanita dari Semarang, Jawa Tengah, juga memainkan peran penting dalam perkembangan musik kasidah di Indonesia. Lirik-liriknya yang mengandung nasihat dan petuah bagi yang mendengarkan membuat lagu-lagu mereka mencapai popularitas yang terbilang sangat tinggi. Peran aktif Nasida Ria dengan lirik-liriknya yang mengandung nasihat dan petuah bagi yang mendengarkan membuat lagu-lagu mereka dapat diterima oleh segala lapisan masyarakat.
Dalam perkembangannya, kasidah Indonesia juga memiliki beberapa organisasi yang berfokus pada pengembangan dan pengembangan kesenian ini.

Salah satunya adalah LASQI (Lembaga Seni Qasidah Indonesia) Jawa Barat, yang berfokus pada pengembangan kesenian qasidah di Jawa Barat. Organisasi ini telah berkontribusi pada pengembangan kesenian qasidah di wilayah tersebut dan telah membantu dalam menjaga tradisi kesenian ini

Tag:
WordPress Collection Halogen – Innovative Portfolio WordPress Theme Halse – Architecture & Interior Design Elementor Template Kit Halstein – Business Consulting WordPress Theme Hama – Store Furniture Home WooCommerce WordPress Theme Hamela – Digital Agency Services Elementor Template Kit Hammer – Minimal Architecture Elementor Template Kit Hampton | Home Design and House Renovation WP Theme Hampton | Home Design and Renovation WordPress Theme Hana – Responsive WordPress Blog Theme Hanan – Interior Design & Furniture Store Elementor Template kit