Beranda / Kegiatan / BELAJAR BERSAMA MENULIS AKSARA JAWA KUNO

BELAJAR BERSAMA MENULIS AKSARA JAWA KUNO

 

Kegiatan belajar bersama tentang Aksara Jawa Kuno dilaksanakan di Yayasan Sejarah Kulit Pohon. Kegiatan ini diikuti para mahasiswa dari UIN KHAS atas dasar peminatan keilmuan sejarah Nusantara periode kerajaan Hindu-Buddha. Dengan metode membaca, menulis dan menghafal para peserta kemudian diharapkan mampu membaca bahasa sumber seperti pada prasasti kuno. “Selain karena kemauan, pembelajaran ini juga perlu kesabaran karena nanti mereka akan berhadapan dengan contoh prasasti dengan berbagai kondisi seperti aus, rusak atau pecah” Kata Gazza Triatama selaku pengajar sekaligus Epigraf muda dari Jember.

Kegiatan pembelajaran ini lahir oleh rasa semangat belajar para mahasiswa dari UINKHAS. Salah
satu pemicu terlaksananya kegiatan ini adalah berasal dari suatu pertanyaan yang dilontarkan Luasiana
“bagaimana ya cara para epigraf membaca prasasti yang sedemikian rumit aksaranya untuk dipahami”.
Atas pertanyaan inilah yang membuat salah satu epigraf muda dari Jember yakni Gazza Triatama
merasa terpancing untuk berbagi keilmuan dalam kontek aksara Kawi atau Jawa Kuno. “Walaupun pada
kurikulum mata kuliah tidak tersedia untuk kategori bahasa Jawa Kuno, tapi dengan kegiatan ini jelas
membantu mahasiswa seperti kami untuk belajar bahasa sumber terutama yang berkaitan dengan
sejarah Nusantara abad pertengahan” ujar Nasahuddin mahasiswa semester 3.

Pembelajaran ini dilaksanakan di sekretariat Yayasan Kulit pohon yang Berlokasi di perumahan Alam
Hijau blok G5-28. Kegiatan ini tidak berdiri sendiri, namun juga diikuti oleh beberapa kegiatan
pembelajaran lain tergantung peminatan keilmuan sejarah yang digemari. Tentu dengan lokasi yang
sama dengan semangat belajar yang sama namun berbeda dalam fokus keilmuan sejarah. Makadariitu
lokasi kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran bahasa Jawa Kuno saja, namun juga
disertai berbagai kegiatan pembelajaran lain yang tentu sangat bermanfaat bagi para pesertanya.

Kegiatan belajar bersama aksara Jawa kuno tidak terpaku pada waktu jam, karena menyesuaikan
dengan keputusan para peserta mengingat para peserta masih mengikuti jam perkuliahan di Kampus
UINKHAS dari pagi sampai sore. Tetapi kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap hari pada bulan
September, bulan yang bertepatan terdapat peringatan hari aksara internasional.

Kegiatan ini dimulai dari pengenalan aksara, dimana para peserta akan diajak untuk mengeja aksara
Jawa Kuno mulai dari bunyi “ka-kha-ga-gha-nga sampai wa-śa-ṣa-sa-ha”. Sebagai pembukaan tentu akan ada materi dasar dasar bahasa Jawa Kuno, mulai dari cerita sejarahnya, cara membaca dan menulis aksaranya, contoh kata dasar dan praktik membaca kata dari potongan gambar prasasti kuno. Setiap tahapan memiliki tingkat kesulitannya masing-masing, namun tingkat paling mudah adalah ketika para
peserta berkenalan dengan bahasanya, karena masih terdapat beberapa kata yang cukup familiar dan
tidak jauh berubah dari bahasa Jawa kuno ke bahasa Jawa modern. Adapun tahapan yang memerlukan
kesabaran penuh dimana para peserta diajak untuk menulis, dimana per aksara yang ditulis minimal
sejumlah 1000 kali, hal ini dilakukan bertujuan agar para peserta terbiasa dan mudah untuk menghafal
bentuk aksara Jawa Kuno.

“walaupun memang relatif susah tapi saya berusaha untuk tidak menyerah dari apa yang telah saya
mulai” kata Nasahuddin selaku salah satu peserta belajar bersama aksara Jawa kuno. “atas rasa
keingintahuan saya bagaimana narasi sejarah periode klasik itu disusun, maka saya menyiapkan niat
agar kegiatan ini terus berjalan secara konsisten” ujar Lusiana sebagai rekan peserta Nasahuddin. Gazza
Triatama sebagai seseorang yang sudah berkenalan dengan beberapa tokoh terkenal dalam epigrafi
Indonesia, dengan sukarela mengajak siapapun dari kalangan manapun untuk ikut berkecimpung dalam
kegiatan belajar bersama ini.

Menariknya latar belakang kegiatan ini diinisiatif oleh para peserta belajar bersama, bukan ajakan dari
pemateri itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa di zaman yang sudah Modern, masih ada harapan bagi
generasi muda untuk mengungkap misteri sejarah Nusantara yang belum terpecahkan.

Dampak dari kegiatan ini para peserta yang mengikuti kegiatan belajar bersama aksara Jawa Kuno tentu
siap untuk berhadapan langsung dengan sumber sejarah prasasti kuno Nusantara. Potensi yang dapat
dikembangkan kemudian adalah suatu bentuk karya ilmiah baik berupa artikel atau laporan penelitian
dari para peserta yang akan menunjang kebutuhan perkuliahan serta sebagai bentuk keahlian mereka
dalam menganalisis tinggalan data tekstual leluhur. di akhir wawancara Marsya adalah salah satu peserta kegiatan juga mengatakan “tentu kegiatan ini tidak bisa sim salabim langsung kami bisa, ini proses panjang yang terus berjalan dengan skema pendampingan langsung oleh mas Gaza nantinya “tutupnya.

 

GTR

WordPress Collection Anant – Creative Elementor Theme Anarkali - Fashion Shop WooCommerce Elementor Theme Anayoga – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Ancora | Tattoo Salon & Shop WordPress Theme Andaman – Creative & Business WordPress Theme Andaman – Creative & Business WordPress Theme Anders – Design Portfolio WordPress Theme Andier – Responsive One & Multi Page Portfolio Theme Ando – WordPress Blog and CV Theme for Creative Professionals Android News App