Beranda / Berita / Legenda Nyi Roro Kidul dalam Perspektif Manuskrip: Menyikap Tradisi Nyalawena Masyarakat Cianjur Selatan

Legenda Nyi Roro Kidul dalam Perspektif Manuskrip: Menyikap Tradisi Nyalawena Masyarakat Cianjur Selatan

Ratu Kidul merupakan sosok penguasa Pantai Selatan yang dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Kidul atau Nyai Roro Kidul begitulah ejaan sebenarnya dari tulisan serat babad tanah jawi. Ia merupakan dewi penjaga Laut Selatan dan penguasa Laut Selatan. Cerita lisan Nyai Roro Kidul sampai saat ini masih sering diperbincangkan, baik oleh yang mempercayai keberadaannya sampai yang tidak mempercayainya. Kaitan antara masyarakat di pesisir pantai Cianjur Selatan dengan Nyi Roro Kidul sangat erat. Keeratan tersebut ditandai dengan beberapa upacara yang secara umum ditujukan untuk menghormati keberadaan dan kekuasaan Nyi Roro Kidul atas wilayah pantai mereka. Beberapa temuan upacara tradisional terkait dengan keberadaan Nyi Roro Kidul di pesisir pantai Cianjur Selatan adalah nyalawena, syukuran pasisiran, hajat mulud, babad astana, bebersih cikahuripan, ngaruwat, dan mitembayan panen pare. Nyalawena berasal dari salawe, yang artinya dua puluh lima. Kaitan angka tersebut adalah tanggal upacara selalu dilaksanakan setiap tanggal 25 bulan Islam tahun Hijriah.

Pantai APRA, mulai dari hulu sungai hingga garis pantai sejauh 2 km, di Kecamatan Sindangbarang kerap menjadi lokasi Upacara Nyalawena. Selain di Cianjur, upacara ini juga dilaksanakan pada bulan-bulan yang sama seperti di pantai di Garut Selatan. Tradisi ini hingga sekarang masih dilakukan oleh masyarakat terutama di sekitar daerah Rancabuaya dan Cijayana.2 Upacara ini diikuti selain oleh masyarakat sekitar juga dihadiri oleh masyarakat daerah lain yang sebagian besar berasal dari Suku Sunda. Istilah lain untuk upacara Nyalawena adalah “Ngala Impun” yang artinya menangkap ikan kecil atau impun. Latar belakang pelaksanaan upacara Nyalawena dikaitkan dengan mata pencaharian masyarakat di pesisir selatan yang sebagian besar petani dan peladang. Kondisi cuaca dan keadaan geografis alam pesisir selatan yang tidak ramah mengakibatkan warga kerap mengurungkan niat untuk pergi mencari ikan.

Ketakutan akan kondisi alam seputar pesisir selatan membuat warga merasa ada keanehan pada lokasi hunian mereka. Tentu saja, sebagaimana daerah lainnya di pesisir selatan pulau Jawa, Nyi Roro Kidul kerap menjadi acuan atas segala kejadian alam yang dialami warga pesisir selatan Kabupaten Cianjur ini. Mitos Nyi Roro Kidul dalam upacara Nyalawena semakin mengental setelah kemunculan mitos “si pacul”. Dikisahkan dalam mitos tersebut tentang seorang pendatang yang bekerja di daerah Sindangbarang. Ia bekerja tanpa mengenal lelah bahkan waktu shalat, termasuk shalat jumat, diabaikannya. Akibat dari kelalaian menghargai waktu shalat, suatu hari pendatang tersebut hilang tanpa jejak.

Tag:
WordPress Collection StudioPress Cookd Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Corporate Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Course Maker Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Daily Dish Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Digital Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Divine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Elegance Pro Genesis WordPress Theme StudioPress eleven40 Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Enterprise Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Essence Pro Genesis WordPress Theme