Dari gambar artefak yang didapatkan, penulis menganalisis masih banyaknya penggunaan gambar pictogram pada Papan Turai sebagai penggambaran cerita. Pictogram yang dituliskan menyerupai karakter stickman. Aksara ini memiliki nilai keunikannya sendiri karena sekilas mirip dengan aksara hieroglyph mesir kuno.
Melalui artikel yang ditulis oleh Joanes. Joanes mengatakan Papan Turai merupakan kepingan papan yang dituliskan oleh lemambang Iban yang mengisahkan para Dewa pada perayaan musim bagi masyarakat Iban. Lemambang Iban merupakan seorang yang mengerti dan menterjemahkan penggambaran yang ada pada Papan Turai. Papan turai digunakan sebagai puisi ritual adat seperti pengap dan sabak. Mantera mantera yang terdapat pada papan turai begitu panjang dan memiliki arti khusus di dalamnya.
Beberapa makna simbol pada aksara papan turai diantaranya Figur manusia (stickman) diukir sebagai perwakilan leluhur atau pelindung adat. Figur ini sering ditampilkan dalam posisi yang kuat, seperti berdiri atau memegang senjata, untuk menunjukkan keberanian atau otoritas.
Pohon kehidupan sebagai simbol hubungan antara dunia atas, dunia manusia, dan dunia bawah. Pohon kehidupan sering menjadi pusat dari kepercayaan animisme masyarakat Dayak.
Burung Enggang Merupakan jenis burung yang banyak tersebar di sumatra, Kalimantan dan semenanjung Malaya. Menjadi Simbol kebangsawanan, kemuliaan, dan hubungan dengan dunia atas (alam spiritual). Burung enggang sering dianggap sebagai utusan roh leluhur.












