Beranda / Berita / Cerita Sawunggaling

Cerita Sawunggaling

Sawunggaling merupakan salah satu Adipati Surabaya yang begitu gigih melawan Belanda. Makam Sawunggaling ada di Jalan Lidah Wetan Gang III, Kelurahan Lidah Wetan, Lakarsantri.

Makam Sawunggaling berada tepat di belakang Masjid Al Kubro. Ada gapura dari kayu jati yang bertuliskan ‘MAKAM SAWUNGGALING’ sebagai cirinya. Di belakang gapura ada sebuah joglo dengan gambar ayam jago.Sebelum memasuki ruang makam, para peziarah akan disambut juru kunci makam di sebuah pendopo. Saat di pendopo, para peziarah bisa melihat silsilah Raden Sawunggaling yang mempunyai nama asli Joko Berek.

Di ruang berukuran sekitar 8 x 12 meter, ada 5 makam berjajar. Mulai Makam Raden Sawunggaling, Raden Ayu Dewi Sangkra (Ibu Sawunggaling), Mbah Buyut Suro (guru sekaligus orang tua angkat Dewi Sangkrah), Raden Ayu Pandan Sari (teman babat alas di Surabaya Barat), dan Raden Karyosentono (teman Sawunggaling).
“Dari kelima makam itu, ada urutan mulai dari mana saja sebelum berziarah. Biasanya kalau orang berziarah ke sini bawa kembang gading merah. Tapi itu nggak harus. Banyak juga yang datang tanpa membawa apa-apa,” jelas pengurus makam Sawunggaling, Tulus Warsito.

Bukti sumber yang menceritakan keberadaan sawunggaling bukan hanya berupa makam atau sebuah situs saja namun banyak naskah kuno (Manuskrip) yang tersebar di seluruh Nusantara khususnya naskah yang berada di daerah Jawa Timur yang menceritakan kisah Adipati Sawunggaling. Seperti naskah yang berjudul Hikayat Sawunggaling milik bapak Sokarso yang telah digitalisasi oleh Endangered Archives Programe (EAP) yang didalamnya menceritakan perjuangan Adipati Sawunggaling melawan penjajah di kota Pasuruan.

Tag:
WordPress Collection AIT CSV Import / Export AIT Easy Admin AIT Elements Toolkit AIT Events Pro AIT Food Menu AIT Get Directions AIT Infobar AIT Item Extension AIT Item Reviews AIT Languages