Beranda / Berita / PERISTIWA NUZULUL QUR’AN DAN BERBAGAI TRADISI PERINGATANNYA DI INDONESIA

PERISTIWA NUZULUL QUR’AN DAN BERBAGAI TRADISI PERINGATANNYA DI INDONESIA

Bagi kalangan umat Islam, peristiwa Nuzulul qur’an merupakan peristiwa yang sangat penting dan bersejarah. Nuzulul Qur’an terdiri dari dua kata, yakni Nuzul dan Al-Qur’an yang berbentuk idafah. Penggunaan istilah nuzul dalam konteks Al-Quran tidak bisa dipahami secara harfiah sebagai penurunan dari tempat tinggi ke tempat rendah karena Al-Quran bukanlah objek fisik. Konsep nuzul Al-Quran merujuk pada penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad SAW oleh malaikat Jibril dari alam gaib ke dunia nyata.

Dalam Studi Al-Qur’an, penjelasan yang lebih jelas disampaikan mengenai nuzulul Qur’an. Secara bahasa, istilah nuzulul Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti turunnya Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa nuzulul Qur’an dalam konteks istilah merujuk pada proses turunnya Al-Qur’an dari Allah kepada Nabi Muhammad. Proses ini menggambarkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah, menunjukkan keagungan dan pengaruhnya yang merambah kehidupan manusia, menghubungkan dunia dan akhirat. Al Qur’an diturunkan pertama kali kepada Nabi Muhammad, ketika Nabi sedang berada di Gua Hira, yakni pada tanggal 17 Ramadhan ketika usia Nabi 40 Tahun. Al-Qur’an diturunkan secara ber angsur-angsur kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril AS selama 23 Tahun. Yakni selama 13 tahun saat nabi sedang di Mekkah, dan 10 tahun saat nabi telah hijrah ke Madinah. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa tradisi yang tersebar di Masyarakat, untuk memperingati Nuzulul Qur’an. Tradisi tersebut antara lain :

Tradisi Seribu Tumpeng
Tradisi seribu tumpeng merupakan sebuah tradisi yang diselenggarakan oleh Keraton Kasunan Surakarta untuk memperingati nuzulul Qur’an. Tumpeng tersebut diarak dari keraton menuju Joglo Sriwedari Solo pada malam 21 Ramadan. Tradisi ini juga dikenal sebagai Maleman Sriwedari. Prosesi arak-arakan ini melambangkan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang menyambut kedatangan Nabi setelah menerima wahyu atau Al-Qur’an dari Allah SWT. Setelah prosesi pengarakan tumpeng, masyarakat diperbolehkan untuk menikmati nasi tumpeng tersebut.

Tag:
WordPress Collection Verdantia – Landscaping and Garden WordPress Theme Verina – Mental Health Elementor Template Kit Verra – Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Versaille – Personal Blog WordPress Theme Versatile – Responsive Multi-Purpose WordPress Versilo - VPN Service & Proxy Security Elementor Template Kit Verta – Multi-Concept WordPress Theme for Modern Publishers Vertical Royal 3D Coverflow WordPress & WooCommerce Plugin Vertical Simple 3D Coverflow WordPress Plugin Vertical Slideshow – Addon For Elementor